“Rohah”
1. Tidak Ikut Hilang
Suatu hari Abu Al-Ghasn kehilangan keledainya. Ia mencarinya ke seluruh penjuru, kemudian berkata,”Alhamdulillah!” Orang-orangpun merasa heran dan bertanya mengapa ia mengatakan kalimat itu, padahal ia sedang tertimpa musibah. Ia menjawab “Aku memuja Allah karena aku tidak sedang menaikinya saat itu. Jika aku menaikinya tentu aku akan ikut hilang bersamanya.
2. Penggiling Gandum
Seorang lelaki membawa gandum ke penggiling gandum untuk dijadikan tepung. Namun si penggiling itu menjolaknya dan berkata, ”Aku sedang sibuk!” Si lelakipun kecewa, ”gilinglah gandumku! Jika tidak aku akan menyumpahimu, keledaimu dan alat penggilingmu. “Apakah doamu selalu dikabulkan Tuhan?”tanya si peng giling dengan nada memastikan.
Karena nampak rasa takut di wajah si penggiling, lelaki itupun memastikan,”Ya” Pengiling gandum malah berkata,”kalau begitu berdoalah agar gandummu dapat menjadi tepung! Itu lebih baik bagimmu.”
3. Abu Al-Ghasn dan Kuli Penggul
Abu Al-Ghasn membeli tepung dan mengupah tukang panggul untuk membawanya. Ternyata kuli panggul itu lari sambil membawa tepung miliknya. Beberapa hari kemudian Abu Al-Ghasn melihatnya di pasar. Namun Abu Al-Ghasn segera bersembunyi. Ketika orang bertanya mengapa ia malah bersembunyi dari pencuri yang mengambil tepung miliknya, dia menjawab,”aku takut ia menuntut upah yang belum aku bayar”
4. Berkah si Buruk Rupa
Seorang khalifah menginginkan anaknya dididik oleh seorang penulis ternama. Para pebnasehatnya merekomendasikan sebuah nama, AL-Jahizh. Ketika Al-Jahizh datang, sang khalifah melihat betapa buruk mukanya. Dengan segera khalifah memintanya pergi dan memberikannya uang sebesar 10.000 dirham. Begitu keluar, al-Jahizh berkata,”Allah telah membalas bentuk rupaku dengan kebaikan. Aku mendapat uang dengan cara yang tidak akan diperoleh oleh orang yang tampan!”
5. Salah Hitung?
Seseorang bercerita bahwa ia mempunyai paman yang sangat lucu, ”ketika aku masih kecil dan duduk di bangku sekolah dasar, aku pernah menulis surat kepada pamanku untuk meminta uang sebesar 100 Frank. Namun ia hanya mengirimiku 10 Frank dan menyisipkan pesan dalam surat balasannya dengan nada yang bunyinya marah,”Aku melihat kamu masih saja lemah dalam matematika!Engaku menulis angka 10 dengan nol dua”
6. Malaikat Sujud Kepadanya
Pemuda dari suku Quraisy sedang melakukan lemparan, dan seorang diantara mereka adalah anak dari Abu Bakar. Saat itu Thalhah melempar sehingga mengenai sasaran. Dia lalu berkata,”Aku adalah anak dua kampung yang besar (Makkah dan Madinah)
Kemudian anak dari Ustman juga melempar dan mengenai sasaran. Lalu dia berkata,”Aku adalah anak Ustman bin Affan yang mati syahid”.
Kemudian seorang pengikut turut melempar dan mengenai sasaran. Ia lantas berkata,”Aku adalah anak dari orang yang malaikat sujud kepadanya”
Kemudian mereka bertanya,”Siapa yang kamu maksud?”
Ia menjawab, “Nabi Adam”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar