f

Test Footer 2

Heavy Metal

Tampilkan postingan dengan label Tulisan Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

Para Pencari Tuhan

Saat semua insan terbuai mimpi
Dia datang tuk mengabdi
Berucap tasbih tuk agungkan asma Ilahi
Berucap dzikir tuk sucikan diri
Dalam sujudnya
Berjuta harap memenuhi jiwa
Butiran air mata
Iringi seluruh rasa
Penyesalan atas dosa-dosa
Dalam sepinya
Dia lantunkan kalla-kalam agung-Nya
Berharap ridlo-Nya kan selalu ada
Dan pintu taubat
Masih selalu terbuka
By : Nafi’a

Sebuah Persahabatan

Persahabatan itu suci
Yang timbul dari hati ke hati
Bukan untuk menyakiti
Melainkan untuk saling menyayangi
Tapi………
Banyak persahabatan ternoda
Karna banyak menggunakan harta
Banyak orang tersiksa
Karna sahabat yang tak setia
Tapi………
Banyak juga persahabatan yang abadi
Karna sahabat yang menepati janji
Banyak juga pertumpahan darah
Demi membela sahabat yang tak bersalah
By: Mutiara Hati

Jumat, 06 Mei 2011

KEMELUT SANTRI

OH SANTRI..........

Bangun pagi-pagi

Ambil air tuk bersuci

Harus antri ribuan jari

Kau lakukan dengan senang hati

Adzan subuh berkumandang

Tanda sholat telah datang

Iqomat di lantunkan

Mbah Hadi pun datang



Wiridan terlalui

Mengaji ilmu agama dimulai

Asma Allah terdengar merdu

Terasa sejuk menusuk hati

Sejarah syeh Abdul Qodir terdengar

Pikiran mulai tak sadar

Mata pun semakin merapat

Posisi tubu terasa nyaman



Sungguh tak terasa

Jarum jam menunjuk angka tujuh

Sikat dan sapu menunggu

Tapi perut sangat marah

Hingga tak dapat ku mengatasinya

Hanya ada satu obatnya

Lopak tercinta jalan keluarnya



By : rodotz

SYAIR ABU NAWAS ( AL I’TIROF )

Ilaahi lastu lil firdausi ahlaa

Walaa aqwaa ‘alannaaril jahiimi

Fahablii taubatan waghfir dhunuubii

Fainnaka ghaafirudhanbil ‘adhimii

Dhunuubii mitslu a’adaadir rinaali

Fahablii taubatan yaadhal jalaalii

Wa ‘umrii naaqisun fii kulli yaumin

Wadhanbii zaaidun kaifah-timaalii

Ilaahi ‘abdukal ‘aashi aataaka

Muqirran bidh-dhunuubi waqad da’aaka

Fain taghfir fa-anta lidhaaka ahlun

Wa-in tathrud faman narjuu siwaaka



***********



Wahai Allah, Tuhan hamba

Sungguh hamba tiada patut sebagai penghuni surga-Mu

Namun hamba tak kuasa jika berada di api neraka-Mu

Maka perkenankanlah permohonan ampunan hamba dan ampunilah

dosa-dosa hamba

Sesunggunya hanya Engkaulah yang maha pengampun atas segala

dosa-dosa hamba

Dosa hamba bak pasir terhampar tak ternilai banyaknya

Maka sekali lagi, terimalah pertaubatan hamba ini wahai yang maha Agung

Usia hamba berkurang setiap hari

Sedangkan dosa hamba terus bertambah, namun hamba tidak mengetahui

bagaimana mengatasinya

wahai Allah, hamba-Mu yang berkubang maksiat ini tengah m

enghadap kehadirat-Mu

Jika hamba ini medapat karunia ampuan-Mu, maka hamba tergolong

yang Engkau kasihi

Adapun jika Engkau tidak mengabulkan, hamba pun tidak akan

mengharap dari selain Engkau

Fondook

Selasa, 19 April 2011

Syair Tanpo Waton KH Abdurrahman Wahid





Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni ‘ilmannaafii’a…
Wawaffikni ‘amalansoliha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
‘atfatayaji rotall ‘aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…2x

Ngawiti ingsun nglara syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo peritungan 2X

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo dinulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2 X

Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2X

Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang padha rukun ojo ngasiho
Iku sunnahe Rasul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito 2x

Ayo anglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X

Sabtu, 09 April 2011

Lir Ilir



Lir-ilir, lir-ilir,tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar

Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…
Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,?
walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkan
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung terang rembulannya
Mumpung banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo….


Tembang Lir iLir bukanlah sembarang tembang?tembang ini juga tidak beraliran punk Rock.blues,jaZz atau R’n’b???Namun di dalam tembang ini terdapat banyak makna yg sangat berarti bagi umat Manusia(MusLiM 100%)!!!Lir iLir sendiri di bawakan oleh salah satu WALI SANGA yg ada di tanah Jawa.Yaitu SUNAN KALI JAGA (Raden Mas Syahid).
NEXT..........................................
Apakah makna mendalam dari tembang ini?mari kita coba mengupas maknanya???
Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.
tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya
Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak lurah” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.


Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.
Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.
dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.
Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.
Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25).
by@;koeningan_poenya.....

DUNIA PESANTREN




Betapa indahnya dunia pesantren
Dibalik biliknya memancarkan iman
Hilir mudik para santri
Pulang pergi dari pagi sampai sore
Tuk mengaji kitab suci
Mengharap ridho ilahi
Betapa tentramnya hidup di pesantren
Hingar dan bingarnya penuh kedamaian
Tiap hari para santri
Dan kyai berdiskusi hukum syar’i
Mengkaji ilmu agama
Hukum sosial budaya
Duhai gemerlapnya cahaya pesantren
Dalam keheningan terdengar bisikan
Beristighfar, baca qur’an
Bermunajad pada tuhan Maha Rahman
Untuk memohon ampunan
Petunjuk dan perlindungan
Aduhai indahnya
Sangat mengagumkan.

Anaasyidusshafa group
By : Rodotz




KERTAS PUTIH

Kertas putih yang bersih
Sungguh malang nasibmu
Engkau telah dinodai
Oleh tinta warna-warni
Andai engkau bisa bicara
Ikhlaskah dirimu
Diperlakukan seperti itu
Sungguh mulia hatimu
Jika semua itu kau ikhlaskan
Berapa ribu teman yang telah ternodai
Berapa ribu pula orang yang menodai
Tapi janganlah marah
Karena jasamu sangat berguna
Andai kau tidak ada di dunia
Siapa pengganti dirimu
Apakah daun mampu menggantikanmu
Ataukah tulang makhluk hidup


By: Rodotz

Subhanallah! Makam Gus Dur Ambles, Jasad Masih Utuh Mendiang Gus Dur.





Jum'at, 18 Februari 2011 12:08:34 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Hujan deras yang mengguyur kota santri Jombang membuat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles. Yang lebih mengagetkan, jasad mantan presiden ke empat itu masih utuh. Kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih.
Zainul, salah satu petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi tiga hari lalu. Saat itu pengunjung makam Gus Dur sedang tinggi-tingginya. Sudah begitu, hujan deras terus mengguyur kawasan Tebuireng. AKibatnya, makam mantan Ketua PBNU tersebut ambles.
Praktis, kejadian itu membuat penghuni Tebuireng kalang kabut. Mereka beramai-ramai melihat kejadian aneh tersebut. Sebuah lubang akibat gerusan air menganga lebar sehingga menampakkan kain kafan pembungkus tubuh tokoh yang dikenal dengan berbagai anekdotnya ini. "Subhanallah, kain kafan Gus Dur masih utuh. Putih bersih seperti baru," kata Zainul, Jumat (18/2/2011).
Dia menambahkan, kejadian itu pertama diketahui oleh pedagang asongan yang biasa menjual VCD tentang Gus Dur. Pedagang asongan itu bernama Waldi.“Namanya pak Waldi, ia melaporkan kejadian itu ke saya yang kebetulan sedang berjaga di pos utara (pos pintu keluar masuk para peziarah),” tambah Zainul.
Zainul menerangkan seketika ia berlari menuju areal makam. Dalam hitungan detik lubang di pusara Gus Dur ini pun segera ditutupi dengan pasir ala kadarnya. Baik penjaga dan pengurus pondok langsung membuat barisan blokade untuk menutupi lubang dipusara Gus Dur. Hal ini dimaksudkan agar peziarah tidak sampai mengambil gambar. Pasalnya, jasad Gus Dur yang sudah setahun lebih dimakamkan masih tetap utuh.
Hanya saja, kabar fenomena langka tersebut terkesan disembunyikan oleh pengurus pondok lainnya. Salah satunya M.Hasan, salah satu penjaga pos utama pondok pesantren Tebu ireng. Bapak kandung dari Zainul, penjaga yang kali pertama menerima laporan amblesnya makam Gus Dur ini menceritakan, dirinya juga ikut menutupi lubang dimakam Gus Dur tersebut.
Di bawah guyuran hujan itu dia mengaku bersama empat orang yang lain termasuk anaknya Zainul, melihat sesuatu yang ganjil. “Tapi saya gak berani cerita, itu bukan wewenang saya,” kilah Hasan.
Hingga saat ini di lokasi makam Gus Dur sudah diberi pembatas. Hal itu dilakukan agar pengunjung tidak menerobos masuk. Selain itu makam yang ambles tersebut sudah di tutup pasir. Bahkan, segunduk pasir masih tersedia disamping makam tersebut. [but] @satriabersarung¬¬_

MENELADANI KEBIJAKSANAAN NABI MUHAMMAD




Kaum qurais bergotong royong membangun ka’ bah yang rusak karena bencana alam. Mereka bekerja sama saling membantu sehingga bangunan ka’bah itu berdiri tegak kembali.
Tibalah saatnya untuk memasang Hajar Aswad pada tempatnya sebagaimana semula. Di sinilah mulai muncul masalah. Masing masing suku menginginkan kehormatan memasang Hajar Aswad ini. Masing masing bersikeras dengan keinginannya hingga perebutan pun berkembang menjadi perselisihan. Tak hanya itu, beberapa suku ada yang sudah siap menghunus pedangnya untuk berperang memperebutkan kehormatan itu.
Untunglah ada sekelompok orang yang masih menggunakan akal sehat. Mereka menyarankan supaya masalah ini diselesaikan oleh orang yang pertama kali memasuki masjid. Mereka pun setuju , lalu di carilah siapa orangngnya yang tadi pagi pertama kali memasuki masjid. Ternyata dialah Muhammad yang bergelar Al- Amin. Setelah itu mereka setuju kalau yang menyelesaikan perkara mereka adalah Muhammad.
Mereka pun segera meceritakan kepada Muhammad tentang perselisihan yang mereka alami dan menyerankan keputusnnya kepada Muhammad.
Muhammad pun segera berdiri menuju ke lokasi. Dia menggelar sorbanya lalu beliau mengundang para pemimpin suku bagi perwakilan sukunya agar masing masing memegangi ujung sorban dan mengangkat Hajar Aswad bersama sama. Lalu beliau meletakkan Hajar Aswad dengan tangannya pada tempat yang semestinya.Dengan demikian maka semua kelompok dan kepala suku mendapat kehormatan dan mereka menjadi damai kembali tanpa perlu ada korban apapun.
Contohlah sikap Nabi Muhammad yang selalu bijak dalam setiap menghadapi masalah okay....

By:A_S@

Selasa, 03 Februari 2009

Bahasan Nashoihul ‘Ibad (Ahad, 17 Januari 2009)




10 Hal yang Sia-Sia Tanpa Makna, Faidah ataupun Manfaat :
(1) Orang alim yang tidak pernah ditanya keilmuannya ;(2) Ilmu yang tidak diamalkan; (3) Pendapat benar yang tidak diterima ;(4) Senjata yang tidak dipakai ;(5) Masjid yang tidak dipakai sholat ;(6) Al-Qur’an yang tidak dibaca ;(7) Harta yang tidak diinfakkan ;(8) Kuda (kendaraan) yang tidak ditunggangi ;(9) Ilmu zuhud di hati orang yang cinta dunia ;(10) Umur panjang yang tidak digunakan untuk mencari bekal. Ilmy

Gebyar Valentine Day

Wah... Sebentar lagi masuk bulan Februari, nich! Bagi kalangan muda-mudi seperti kita, tentu ada tanggal yang dilingkari tinta emas. Yup! 14 Februari alias Valentine Day!
Sebagai generasi Islam tulen, tentu kita tidak mau asal-asalan ikut merayakan Valentine Day. Agar tidak tergolong kaum yang hanya “taqlid” (Cuma ngikut aja), ada baiknya kita telusuri dulu bagaimana sejarah perayaan ini.
Sebenarnya banyak versi yang menerangkan tentang sejarah Valentine Day. Sebagian besar menyebutkan bahwa istilah ini berasal dari nama salah satu pendeta pada masa Romawi Kuno, Valentine. Sekitar abad ke III Masehi Romawi dipimpin oleh Kaisar Cladius II. Kaisar menghendaki agar para bujangan di seluruh Roma tidak menikah untuk dijadikan tentara kerajaan. Namun, pendeta Valentine secara diam-diam menikahkan banyak pasangan muda-mudi Roma. Lama-lama hal ini diketahui oleh Kaisar Cladius. Sebagai hukumannya, Raja menjatuhkan hukuman pancung pada tanggal 14 Februari 269 M.
Nah, untuk mengenang Valentine, pada tanggal 14 Februari tahun-tahun berikutnya, para pemuda di Roma berkirim surat pada kekasihnya. Namun pada perkembangannya, perayaan ini agak menyimpang, seperti upacara Lupercallia. Salah satu acaranya adalah undian pasangan. Setiap nama pemudi yang ikut acara itu ditulis di atas kertas, lalu dimasukkan ke dalam kotak. Para pemuda berebut untuk mendapatkan salah satu kotak itu. Nama yang tertera akan menjadi pasangan kencannya semalam suntuk. Na’udzubillah....
Jika menilik sejarah Valintine di atas, jelas bahwa Valentine Day bukanlah kebudayaan Islam. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perayaan Valentine yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. (1)Dilihat dari prinsip dasarnya, Valentine Day merupakan perayaan kaum Nasrani Romawi untuk memperingati kematian St. Valentine. (2)Tujuan diadakan Valentine’s Day adalah untuk mengungkapkan kasih sayang dalam waktu sehari. Padahal Islam adalah agama Rahmatallil ‘alamin yang menjunjung tinggi kasih sayang dan persaudaraan yang tidak mengenal usia dan batas waktu. Bukankah Allah swt. juga bersifat Rahman Rahim yang selalu mengasihi hamba-Nya tanpa kenal batas waktu? (3)Secara operasional perayaan ini selalu dilakukan dengan pesta pora, hura-hura, dan cenderung maksiat antar lawan jenis. Hal ini sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ingatlah ayat yang berbunyi: “....dan janganlah kamu mendekati zina...”.
Wah... Ternyata ngeri juga, ya. Makannya, kita tidak perlu ikut-ikutan. Salah-salah malah iman kita terjerumus. Hiii...... (Ovie, El-Fikr)

Sang Petualang Ilmu

Tuhan…
Masih sanggupkah aku mencintaimu
Di tengah-tengah cobaanku dalam mencari ilmu…
Sementara…
Aku belum bisa mengamalkan ilmuku
Mampukah hati dan jiwa ini bertahan
dari manisnya rayuan setan
Tuhan…Bagaimana jika imanku roboh
Seperti robohnya perahu oleh gelombang dahsyatMu
Lalu begitu mudahnya aku Terdampar dan terlepas dari imanku..
Namun hati ini hanya berbekal sebuah doa
Mengharap ridho agung dari semua ilmuku

By: Nielna

Lintang

Warung Kopi penyulut Penggapaian Mimpi
Bagaimanakah nasib si genius Lintang? Akankah akhirnya Zaikah Nurmala lumpuh takluk akan cinta Arai? Dapatkah Ikal menemukan permata hatinya, A Ling, yang hilang tak tahu rimbanya? Hal-hal sentimentril yang cujup menerbitkan tanya itu pastilah muncul di benak pembaca tetralogi Laskar Pelangi. Dengan piawai, Andrea yang tak lain adalah si Ikal dalam cerita, membuat pembaca merasakan kehilangan yang sangat saat mengetahui Lintang tak sempat menamatkan bangku SMPnya, meski hasil pengorbanannya sudah di depan mata. Pembaca juga akan tersedu mengharu biru mengetahui cinta buta Arai ditolak mentah-mentah oleh Zaikah si perempuan ‘Saraf Tegang’. Pembaca juga dibuat takjub keitka ikut mengikuti petualangan backpacking nekat yang ditempuh Ikal dalam mencari A Ling, dari mulai pelosok Eropa hingga pedalaman Afrika.
Melalui novel terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi, yang dijanjikan Andrea sebagai pamungkas dari wara-wiri dalam dunia kepenulisan, Andrea seakan menjawab semua pertanyaan yang cukup mengganggu dari novel-novel sebelumnya. Setelah mengikuti keeksotikan peradaban bangsa Eopa, terutama Prancis dan Inggris, dimana Ikal menggapai gelar Master of Sciencenya, pembaca akan segera terlempar kembali menuju Nusantara. Sayangnya, pencapaian akademik yang manis ibarat madu tak jua bias dipraktekan Ikal di kampungnya. Maka, ia bernasib tak beda jauh dengan jutaan lulusan perguruan tinggi di negeri ini; pengangguran paling intelek di Pantai Timur Belitong. Sebagai konsolidasi, Ikal membujuk diri dengan menganggap bahwa ia sedang menikmati rehat setelah sejak kecil membanting tulang demi pendidikan tingginya itu. Sungguh ironis, mas depan yang dulu ia bayangkan akan berakhir gilang-gemilang rupanya jalani dengan mendengarkan ceramah pagi Ibunya tiap hari. Untuk menghindari omelan Ibunya, Ikal kabur ke warung kopi Usah Kau Kemana Lagi. Rupanya, dengan berbaur bersama warga desa lainnya di warung kopi itu, Ikal mulai mengenal lebih dalam kultur Melayu maupun suku-suku terdekat lainnya, seperti Ho Pho, Khek, Hokian, Tongsan, Sawang dan Orang-Orang Bersarung.
Pengamatan Ikal terkesan remeh namun ternyata menunjukkan keidentikan suku tersebut, seperti halnya rasa humor yang berbeda tiap sukunya. Bualan, olokan juga pertaruhan sudah mendarah daging di tiap suku yang mendiami pesisir timur Belitong. Tak ayal, tindak-tanduk Ikal tidak luput untuk dijadikan sebagai objek perjudian kecil-kecilan tapi gila tersebut. Karena tersulut pertaruhan yang menjadikannya objek sekaligus bahan pelecehan, Ikal bertekad untuk mematahkan keraguan yang dilontarkan masyarakat sekitarnya. Dengan berbekal bantuan sahabat Laskar Pelanginya, Ikal bangkit untuk merealisasikan keinginannya untuk membuat perahu yang akan membawanya mengarungi ganasnya badai yang menuju Pulau Bebatuan. Hal itu dilakukannya berdasarkan keyakinan dan sedikit bukti samar bahwa A Ling kemungkinan terdampar di Pulau Bebatuan yang terisolasi. Dengan berbekal ilmu dan kenekatan, akhirnya Ikal dapat menyelesaikan perahunya setelah berbulan-bulan,. Pembaca dapat merasakan euforia kemenangan Ikal ketika perahunya dengan gagah dapat menyentuh bibir laut untuk yang poetama kalinya. Sekali lagi, Andrea meyakinkan pembaca bahwa semustahil apapun, mimpi dapat diraih asal dengan disertai kesungguhan.
Buku Kehidupan
Di novel ini, Andrea tak lagi bercerita mengenai perjuangan heroik penduduk miskin Belitong dalam menghidupkan dapur dan pendidikannya seperti di Laskar Prelangi dan Sang Pemimpi. Andrea tak juga menyuguhkan keeksotikan Eropa dan Afrika seperti di Edensor. Namun, membaca buku ini bagai mendapat asupan gizi lengkap., empat sehat lima sempurna. Hampir seluruh aspek kehidupan dan segala bidang keilmuan Andrea paparkan denagan cerdas. Mulai dari bidang fisika, matematika, ekonomi, geografi, astronomi, sosiologi, antroplogi hingga musik maupun politik. Andrea seringkali mengkritik para pejabat di Indonesia yang hanya menengok rakyat di kala huru-hara pemilihan umum. Ia membandingkan petinggi negeri ini dengan Ketua Karmun, kepala kampung Gantong. Ketua Karmun digambarkan sebagai sosok pejabat sejati yang benar-benar menginginkan kampungnya maju. Berbagai cara dilakukan, seperti penyuluhan KB hingga mendatangkan Dokter Gigi Diaz dari kota untuk menggantikan dukun gigi legendaris, A Put. Namun, rupanya penduduk Melayu tak mudah untuk diajak meninggalkan perdukunan magis ala A Put ke cara medis Dokter Diaz.
Sang Newton asal pesisir Belitong, Lintang kembali bersinar. Berksali-kali ia membantu memecahkan prmasalahan Ikal. Lintang yang tak sempat menamatkan SMPnya mampu menggunguli keilumuan lulusan pascasarjana macam Ikal. Lain pula dengan Mahar, dukun muda nyentrik yang makin tersesat dalam dunia perklenikan. Meski dikucilkan oleh penduduk desanya sendiri, Mahar tetap mendalami dunia dedemit dan hal-hal mistis lainnya. Ia benar-benar berpegang teguh dengan cita-citanya untuk menjadi orang suci macam idolanya, Tuk Bayan Tula, manusia setengah siluman. Keajaiban pikirannya pun teruji ketika ia benar-benar bisa bertemu kembali Tuk Bayan ketika mereka singgah di Pulau Lanun menuju Pulau Bebatuan. Tuk Bayan terperangah terpesona melihat jutaan semut di layar televisi rongsokan yang dibawa Mahar. Teknik lobying jitu agar Tuk mau menjamin keselamatan mereka dari perompak jahat pimpinan Tambok yang mendiami Pulau Bebatuan guna mencari A Ling.
Gaya khas Andrea yang memposisikan dirinya sebagai pencerita sangat terasa keakrabannya karena bahasa Andrea yang seolah-olah sedang curhat kepada pembacanya dengan sebutan ‘Kawan’ , seperti yang terlihat di paragrap ini:
Sedikit berbeda dengan Tancap, aku menghindari dokter sama sekali bukan karena alasan kultural. Tak masalah bagiku membuka mulut di depan orang asing. Tapi aku punya alasan tersendiri, dan Kawan, sebenarnya agak malu kuceritakan padamu. Tapi karena engkau selalu ingin tahu, baiklah.
Kejenakaan Andrea dalam mengolah kata-kata membuat novel yang penuh perenungan ini terkesan tidak sedang menggurui.
Terjebak Cinta
Romaantika cinta dan penggambaran rindu yang sarat akan A Ling rupanya menjebak Andrea dalam nuansa picisan. Dengan dahsyat Andrea melukiskan perasaan cintanya yang tak terperi kepada A Ling. Cinta semasa kecil yang tak lekang pudar dimakan waktu maupun tempat. Namun begitu, pembaca akan merasa jemu membaca’curhatan’Andrea mengenai A Ling. Perasaan personal yang sering didapati di novel-novel metro pop maupun lainnya. Pembaca juga akan merasakan fase dimana alur cerita begitu datar dan membosankan, terlebih ketika membuat perahu layar. Kesulitan dan perjuangan Ikal dalam membuat perahu memakan hingga ratusan lembar.
Judul Maryamah Karpov juga dirasa tidak mewakili keseluruhan isi cerita karena ternyata Mak Cik Maryamah Karpov hanya diceritakan sangat sedikit. Tentu saja pembaca akan bertanya-tanya ada apa dengan Maryamah hinga namanya disematkan menjadi judul novel. Padahal, cerita menenai A Ling sangat mendominasi keseluruhan novel. Selebihnya, meski tidak terlalu inspiratif dibanding ketiga novel lainnya, Maryamah Karpov dapat menjadi referensi bagi yang menginginkan bacaan berbeda namun berisi nan menyegarkan.

Selasa, 13 Januari 2009

KH Ahmad Shiddiq




kecerdasan pada Achmad, sehingga, kamarnya pun dikhususkan oleh Kyai Hasyim. Achmad dan beberapa putra-putra kyai dikumpulkan dalam satu. kamar. Pertimbangan tersebut bisa dimaklumi, karena para putra kyai (dipanggil Gus atau lora atau Non) adalah putra mahkota yang akan meneruskan pengabdian ayahnya di pesantren, sehingga pengawasan, pengajaran dan pembinaannyapun cenderung dilakukan secara, khusus/lain dari santri urnumnya.

Pribadinya yang tenang itu. menjadikan Kyai Achmad disegani ol eh teman-temannya. Gaya bicaranya yang khas dan memikat sehingga dalam setiap khitobah, banyak santri yang mengaguminya. Selain itu, Kyai Achmad juga seorang kutu buku/ kutu kitab (senang baca). Di pondok Tebuireng itu pula, Kyai Achmad berkawan dengan Kyai Muchith Muzadi. Yang kemudian hari menjadi mitra diskusinva dalam merumuskan konsep-konsep strategis, khususnya menyangkut ke-NU-an, seperti buku Khittah Nandliyah, Fikroh Nandliyah, dan sebagainya.

Kecerdasan dan kepiaNvaiannya berpidato, menjadikan Kyai Achmad sangat dekat hubungannya dengan Kyai Wahid Hasyim.

Kyai Wahid telah membinbing Kyai Achmad dalam Madrasah Nidzomiyah. Perhatian Gus Wahid pada. Achmad sangat besar. Gus Wahid juga mengajar ketrampilan mengetik dan membimbing pembuatan konsep-konsep.

Bahkan ketika Kyai Wahid Hasyim memegang jabatan ketua. MIAI, ketua NU dan Menteri Agama, Kyai Achmad juga yang dipercaya sebagai sekretaris pribadinya. Bagi Kyai Achmad Shiddiq, tidak hanya ilmu KH. Hasyim Asy'ari yang diterima, tetapi juga ilmu dan bimbingan Kyai Wachid Hasyim direnung�kannya secara mendalam. Suatu pengalaman yang sangat langka, bagi seorang santri.

B. Ketokohan Kyai Achmad
Ketokohan Kyai Achmad terbaca masyarakat sejak menyelesaikan belajar di pondok di Tebuireng, Kyai Achmad Shiddiq muda mulai aktiv di GPII (Gabungan Pemuda Islam Indonesia) Jember. Karirnya di GPII melejit sampai di kepengurusan tingkat Jawa Timur, dan pada Pemilu 1955, Kyai Achmad terpilih sebagai anggota DPR Daerah sementara di Jember.

Perjuangan Kyai Achmad dalam mempertahankan kemerde�kaan '45 dimulai dengan jabatannya sebagai Badan Executive Pemerintah Jember, bersama A Latif Pane (PNI), P. Siahaan. (PBI) dan Nazarudin Lathif (Masyumi). Pada saat itu, bupati dijabat oleh "Soedarman, Patihnya R Soenarto dan Noto Hadinegoro sebagai sekretaris Bupati.

Selain itu, Kyai Achmad juga berjuang di pasukan Mujahidin (PPPR) pada tahun 1947. Saat itu Belanda. melakukan Agresi Militer yang pertama. Belanda merasa kesulitan membasmi PPPR, karena anggotanya adalah para Kyai. Agresi tersebut kemudian menimbulkan kecaman internasional terhadap Belanda sehingga muncullah Perundingan Renville. Renville memutuskan sebagai berikut:

1. Mengakui daerah-daerah berdasar perjanjian Linggarjati
2. Ditambah daerah-daerah yang diduduki Belanda lewatAgresi harus diakui Indonesia.

Sebagai konsekwensinya perjanjian Renville, maka pejuang�-pejuang di daerah kantong (termasuk Jember) harus hijrah. Para pejuang dari Jember kebanyakan mengungsi ke Tulung Agung. Di sanalah Kyai Achmad mempersiapkan pelarian bagi para pejuang yang mengungsi tersebut.

Pengabdiannya di pemerintahan dimulai sebagai kepala KUA (Kantor Urusan Agama) di Situbondo. Saat itu di departemen Agama dikuasai oleh tokoh-tokoh NU. Menteri Agama adalah KH. Wahid Hasyim (NU). Dan karirnya di pemerintahan melonjak cepat. Dalam waktu singkat, Kyai Achmad Shiddiq menjabat sebagai kepala, kantor Wilayah Departemen Agama di Jawa Timur.

Di NU sendiri, karir Kyai Achmad bermula di Jember. Tak berapa lama, Kyai Achmad sudah aktiv di kepengurusan tingkat wilayah Jawa Timur, sehingga di NU saat itu ada 2 bani Shiddiq yaitu: Kyai Achmad dan Kyai Abdullah (kakaknya). Bahkan pada Konferensi NU wilayah berikutnya, pasangan kakak beradik tersebut dikesankan saling bersaaing dan selanjutnya Kyai Achmad Shiddiq muncul sebagai ketua wilayah NU Jawa Timur

Tetapi Kyai Achmad merasa tidak puas dengan kiprahnya selama ini. Panggilan suci untuk mengasuh pesantren (tinggalan Kyai Shiddiq) menuntut kedua Shiddiq tersebut mengadakan komitmen bersama. Keputusannya adalah Kyai Abdullah Shiddiq lebih menekuni pengabdian di NU Jawa Timur, sedangkan Kyai Achmad Shiddiq mengasuh pondok pesantrennya,

Kyai Achmad Shiddiq termasuk ulama yang berpandangan moderat dan unik sebagai tokoh NU dan kyai, ia tidak hanya alim tetapi juga memiliki apresiasi seni yang mengagumkan. Beliau tidak hanya menyukai suara Ummi Kultsum, bahkan juga suka suara musik Rock seperti dilantunkan Michael Jackson. "Manusia itu memiliki rasa keindahan, dan seni sebagai salah-satu jenis kegiatan manusia tidak dapat dilepaskan dari pengaturan dan penilaian agama (Islam). Oleh karena itu, apresiasi seni hendaknya ditingkatkan mutunya. "Apresiasi seni itu harus diutamakan mutu dari seni yang hanya mengandung keindahan menuju seni yang mengandung kesempurnaan, lalu menuju seni yang mengandung keagungan.Selanjutnya Kyai Achmad memberikan penjelasan sebagai berikut, Seni itu sebaiknya :

1 . Ada seni yang diutamakan seperti sastra dan kaligrafi.
2. Ada seni yang dianjurkan seperti irama lagu dan seni suara.
3. Ada seni yang dibatasi seperti seni tari.
4. Ada seni yang dihindari seperti pemahatan patung dan seni yang merangsang nafsu

Dalam memberikan nama untuk anak-anak-nya, Kyai Achmad senantiasa mengkaitkan calon nama yang bernuansa seni dengan pengabdian atau peristiwa-penstiwa penting. Seperti kelahiran putranya yang lahir bersamaan dengan karimya sebagai anggota DPR Gotong-Royong, yaitu Mohammad Balya Firjaun Barlaman, demikian juga Ken Ismi Asiati Afrik Rozana, lahir bertepatan dengan konferensi Asia Afrika.

Kyai Achmad menikah dengan Nyai H. Sholihah binti Kyai Mujib pada tanggal 23 Juni 1947, dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu:
1. KH. Mohammad Farid Wajdi (Jember)
2. Drs. H. Mohammad Rafiq Azmi (Jember)
3. Hj. Fatati Nuriana (istri Mohammad Jufri Pegawai PEMDA Jember).
4. Mohammad Anis Fuaidi (wafat kecil), clan
5. KH. Farich Fauzi (pengasuh pondok pesantren Al-Ishlah Kediri).

Nyai Sholihah tidak berumur panjang, Allah memanggilnya ketika putra-putrinya masih kecil. Sehingga keempat anaknya itu di asuh oleh Nyai Hj. Nihayah (adik kandung ketiga Nyai Sholihah). Melihat eratnya hubungan anak-anak dengan bibinya, maka Nyai Zulaikho (kakaknya) kemudian mendesak Kyai Achmad agar melamar Nihayah. Dan Kyai Mujib pun menerima lamaran tersebut. Pernikahan Kyai Achmad Shiddiq dengan Nyai Hj. Nihayah binti KH. Mujib (Tulung Agung) memnpunyai 8 orang putra, yaitu:
1. Asni Furaidah (isteri Zainal Arifin, SE.)
2. Drs. H. Moh. Robith Hasymi (Jember).
3. Ir. H. Mohammad Syakib Sidqi (Dosen di Sumatra Barat)
4. H. Mohammad Hisyarn Rifqi (suami Tahta Alfina Pagelaran, Kediri).
5. Ken Ismi Asiati Afrik Rozana, BA (istri Drs. Nurfaqih, guru SMA Jember).
6. Dra. Nida, Dusturia (istri Tijani Robert Syaifun Nuwas bin Kyai Hamim Jazuli).
7. H. Mohammad Balya Firjaun Barlaman (pengasuh PP. Al Falah Ploso Kediri).
8. Mohammad Muslim Mahdi (wafat kecil)

Aktivitas pengajian Kyai Achmad mendapatkan sambutan hangat di masyarakat. Pesan-pesan agama disampaikannya dengan bahasa dan logika yang sederhana sehingga mudah dicerna. semua kalangan. Pengajian-pengajiannya dikemas secara khusus, seperti yang peruntukkan untuk masyarakat umum (kalangan awam) pada setiap malam senin sudah dirintisnya sejak tahun 1970-an dan tetap berlangsung hingga sekarang, Pengajian setiap malam Selasa, yang diperuntukkan bagi kalangan intelektual, sarjana, dosen dan tokoh-tokoh masyarakat membahas secara, kontemporer dan apresiatif kitab Ihya� Ulumiddin karangan Imam Ghozali.

Pengajian-pengajian Kyai Achmad banyak bernuansa Tasawwuf. Ada 3 unsur utarna dari tasawwuf yang dapat menuntun seseorang untuk bertasawwuf dari tingkat rendah menuju peningkatan diri secara bertahap, yaitu:
1. Al Istiqomah: yang berarti; tekun, telaten, terus-menerus tidak bosan-bosan mengamalkan apa saja yang dapat diamalkan Mungkin baca Yasin tiap malam Jum'at, mungkin baca Istighfar sekian kali dalam setiap malam, dan sebagainya.
2. Az Zuhd: yang berarti terlepas dari ketergantungan hati /batin dengan harta benda kekuasaan, kesenangan, dan sebagainya, yang ada, di tangannya sendiri, apalagi yang ada di tangan orang lain. Tidak tergantung berbeda dengan tidak memiliki, berbeda, dengan tidak punya. Seorang "Zahid" bisa saja kaya, tetapi hatinya tidak tergantung pada kekayaannya. Barang siapa yang tidak berputus asa karena sesuatu yang terlepas dari tangannya dan tidak bergembira, (melewati batas) dengan sesuatu yang diterimanya dari Allah maka dia sudah mendapatkan zuhud pada, kedua belah ujungnya.
3. Al Faqir: artinya, selalu menyadari kebutuhan diri kepada Al�lah. Kesadaran yang mendalam dan terus-menerus, tentang "dirinya membutuhkan Allah" tidak selalu ada pada setiap or�ang. Pada suatu saat kesadarannya, akan tinggi tetapi saat lain kesadarannya menurun.

C. Dzikrul Ghofilin
Pengajian malam Senin tersebut itu dinamakan "Majlis Dzikrul Ghofilin" yang artinya, majlis dzikirnya orang-orang lupa. Maksudnya orang-orang yang lupa adalah sifat relatif pada manusia yang selalu lupa. (agar selalu ingat Allah) sehingga perlu selalu diingatkan melalui Dzikir tersebut. Pada acara-acara tersebut, selain mengamalkan sholat tasbih, dzikir, Kyai Achmad biasanya mendahului menyampaikan ceramah agamanya.

Majlis Dzikrul Ghafilin yang dirintis pada awal tahun 1970-an tersebut 20 tahun berikutnya telah dilkuti oleh sekitar 20.000 orang Jamaah yang tersebar diseluruh Jawa, dan selanjutnya Jamaah pada setiap daerah mengembangkannya lebih lanjut dikawasan masing-masing.Secara historis, pada tahun 1973 Kyai Achmad mendapat ijazah dari Kyai Hamid untuk membaca Fatihah 100 kali setiap hari. Selanjutnya. Kyai Achmad mengadakan riyadlah di PPI. Ashtra beberapa tahun, baru setelah itu bacaan fatihah 100 kali dipadukan dengan bacaan lain untuk diwiridkan bersama-sama. Kemudian cara mernbacanya bisa dibagi dan dicicil dengan ketentuan: Subuh 30 kali, Dhuhur 25 kali, Ashar 20 kali, Maghrib 15 kali dan Isya' 10 kali. Dzikrul Ghafilin paling afdhal jika dibaca setelah sholat dan dibaca dengan hati yang talus ikhlas. Ada ceritera menarik antara Kyai Achmad dan Kyai Hamid: "Setiap memasuki tapal batas Pasuruan, Kyai Achmad selalu mengucapkan salam kepada Kyai Harnid. Ketika bertemu, Kyai Hamid menyatakan bahwa beliau selalu menjawab salam Kyai Achmad".

Dzikrul Ghafilin yang namanya diambil dari Al-Qur'an surat Al-A�raf 172 dan 265 menurut Kyai Achmad adalah wirid biasa, bukan wirid. thariqat. Jika tariiqat dengan bai'at, kalau tidak menegakkan pasti dosa, sedang dzikrul ghafilin adalah dengan ijazah. Pengamalannya tanpa menimbulkan efek camping dan isi bacaannya terdiri dari Al-Fatihah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Istighfar, Sholawat dan tahlil

Ada 3 orang Kyai yang ikut meramu bacaan-bacaan dalam dzikrul ghafilin, yaitu: KH. Abdul Hamid bin Abdullah (Pasuruan), KH. Achmad Shiddiq (Jember) dan KH. Hamim Jazuli (Gus Mik, Kediri). Bahkan menurut Gus Mik, ada tiga tokoh lagi yang ikut andil dalam wirid dzikrul ghafilin, yaitu Mbah Kyai Dalhar (Gunung Pring Muntilan Magelang), Mbah Kyai Mundzir (Banjar Kidul Kediri), dan Mbah Kyai Hamid (Banjar Agung Magellang).

Tawashul bil Fatihah, dalam kitab dzikrul ghafilin ditujukan kepada:
1 . Rasulullah Muhammad Saw.
2. Malaikat Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil, Penjaga Arsy, dan Malaikat Muqorrobin.
3. Nabi-nabi dan Rasul-rasul
4. Ulul Azmi (Nabi Nuh As, Nabi lbrohim As, Nabi Musa As, Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw)
5. Istri-istri Nabi (Siti Aisyah, Siti Hafsoh. Siti Sa'udah, Siti Shofiayh, Siti Maimunah, Siti Roulah, Siti Hindun, Siti Zainab, dan Siti Zuwairiyah)
6. Putra-putri Nabi (Qosyim, Abdullah, Ibrohim, Fatimah, Zainab, Ruqoyyah dan Ummi Kultsum).
7. Keturunan (Dzurriyah) Nabi saw.
8. KeluargaNabi saw.
9. Shahabat Nabi saw, khususnya Ahli Badar (yang wafat saat perang Badar, dari Muhajirin dan Anchor)
10. Pengikut Nabi saw yaitu para Syuhada', 'ulama, 'auliya', sholihin, mushonniffin, muallifin, Mbah-mbah, orang tua (bapak dan ibu) dan orang-orang yang benar.
11. Nabi Khodliri Abi Abbas Balya bin Malkan As.
12. Sultonil' Auhya' Awwal yaitu:
a. Abi Muhammad Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib
b. Sayyidina Husein ra.
c. Sayyidina Ali bin Abi Tholib ra.
d. Sayyidatina. Fatimah Az-Zahro ra,
13. Sayyid Syech Muhyiddin Abu Muhammad (Sultonil' Auliya� Syech Abdul Qodir Al-Jilani ra) bin Abi Sholih Musa jangkadusat
14. Sayyid Syech Ali Muhammad Bahauddin Naqsabandi ra.
15. Sayyid Syech Abu Hamid Muhammad Al-Ghozali ra.
16. Sayyid Syech Achmad Ghozali (adik Imam Ghozali)
17. Sayyid Syech Abi Bakar As-Syibbli ra.
18. Sayyid Syech Qutub Ghowtsi Habib Abdillah bin Alwi Haddad ra.
19. Sayyid Syech Abi Yazid Toymuri bin lsa Bustomi ra.
20. Sayyid Syech Muhammad Hanafi.
21. Sayyid Syech Yusuf bin Ismail A-Nabhani ra.
22. Sayyid Syech Jalaluddin As-Suyuti ra.
23. Sayyid Syech Abu Zakariya Yahya bin Sarafinnawawi ra.
24. Sayyid Syech Abdul Wahhab As-Syaroni ra.
25. Sayyad Syech Ali Nuruddin Asy-Syowni ra.
26. Sayyid Syech Abi Abbas Achmad bin Ali Al-Buni ra.
27. Sayyid Svech Ibrohim bin Adhama ra.
28. Sayyid Syech Ibrohim. Ad-Dasuqi ra.
29. Sayyid Syech Abu Abbas Syihabuddin Achmad bin Umar Anshori Al-Anshori Al-Mursiy
30. Sayyid Syech Sa'id Abdul Karim Al-Bushiri.
31. Sayyid Syech Abu Hasan Al-Bakri.
32. Sayyid Syech Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bucho�ri.
33. Sayyid Syech Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari Al-Fanani.
34. Sayyid Syech Tajuddin bin Athoillah Al-Askandari ra.
35. Mazhab Ernpat, Khususnya:
a Sayyid Syech Imam Muhammad bin Idris As-Syafi�i
b. Sayyid Syech Abu Hafsin Umar As-Suhrawardi
c. Sayyid Syech Abi Madyan
d- Sayyid Syech Ibnu Maliki Al-Andalusi
e. Sayyid Syech Abu Abdulloh Muhammad bin SulaimanAl� Jazuli
f Sayyid Syech Muhyiddin bin Al-Arabi
g. Sayyid Syech Imon bin Husayni ra.
36. Al Qutub Al Kabir Sayyid Syech Abdussalam 1bnu Masyisyi
37. Sayyid Syech Abu Hasani. Ali bin Abdillah bin Abdul Jabbar As-Syadzi1i
38. Sayyid Syech Abi Mahfudz Ma'ruf Al-Karkhiy
39. Sayyid Syech Abi Hasani Sari As-Saqofi
40. Sayyid Syech Abu Qosim Al-Imam Junaidi Al-Baghdadi
41. Sayyid Syech Abu `Abbas Ahmad Badawi
42. Sayyid Syech Abu Husain Rifa'i
43. Sayyid Syech Abu Abdillah Nu' man
44. Sayyid Syech Imam Hasani bin Abu Hasani Abi Sa'id Bashri
45. Sayyidati Robi'ah Al-Adawiyah ra.
46. Sayyidati Ubaidah binti Abi Kilab ra
47. Sayyid Syech Abu Sulaiman Ad-Daroni ra
48. Sayyid Syech Abu Abdillah Al-Harits bin Asadi Al-Muhasibi ra.
49. Sayyid Syech Abi Faydl dzinnun Al-Misry ra,
50. Sayyid Syech Abi Zakariyya. Yahya bin Mu'adz Ar-Rozy ra
51. Sayyid Syech Abi Sholih Hamdun an-Naisabur.
52. Sayyid Syech Husaini bin Mansur Al-Hallaj ra.
53. Sayyid Syech Jalaluddin Ar-Rumy ra.
54. Sayyid Syech Abi Hafsin Syarafiddin Umar bin Farid Al- Hamawiy Al-Mirsi ra.
55. Ikhwan Dzikrul Ghafilin
56. Orang yang hidup dan mati baik itu:
a. Orang-orang shalihin
b. Auliya Rijalillah
c. Orang-orang yang Arif
d. Ulama Amilin
e. Para Auliya Jawa dan Madura khususnya Wali Songo
f. Kaum Sufi Muhaqiqin

Tentang "Tawassul", Kyai Achmad memberikan penjelasan bahwa do' a tawashul ada dua macam:

1. Doa yang harus "dikatrol", yaitu. Yaitu orang yang tidak faham dan tidak maqbul do' anya akan dikatrol (ditolong) oleh orang faham dan khusyu' dalam berdo'a Hal ini sama dengan sholat berjama'ah tersebut. Bila salah satu diterima amal sholatnya maka diterima semua yang berjama'ah tersebut. Karena itu sholat berjama'ah lebih baik dari sholat sendiri. Bahkan Imam Hambali menghukumi Fardlu Ain. Ada Hadits Nabi sebagai berikut: "Nabi didatangi seorang sahabat. Sahabat menyampaikan bahwa ia sering lupa do'a yang sudah diajarkan Nabi. Lalu Nabi mengatakan, "Bacalah do'a di bawah ini" maka nilainya sama".
"Ya Allah aku tidak tabu apa yang di doakan oleh Nabi Tapi aku juga ikut mohon doa itu. Dan apa yang diminta NAbi untuk dijauhkan dari bahaya, aku juga mohon ya Allah".

4. Doa yang bersifat "dorongan" yaitu: orang yang berdoa tidak maqbul karna jiwanya tidak bersih, sehingga perlu didorong atau di amini oleh orang yang maqbul doanya dan bersih hatinya�Ada hadits sebagai berikut "Ada tiga orang sahabat yang sedang berzikir di masjid. Salah satunya adalah Abu Hurairah yang masih muda usia. Lalu masuklah Nabi sambil bersabda: berdoalah kamu dan aku mengamininya. Satu persatu mereka berdoa dan di amini oleh Nabi. Giliran ketiga pada Abu Hurairah berdoa sebagai berikut: "Ya Allah semua yang diminta sahabat yang pertama, aku mohon juga. Begitu pula yang diminta sahabat yang kedua aku mohon juga Sekarang aku mohon untuk diriku sendiri. Ya Allah sejak kecil aku ini pelupa, aku mohon agar dapat hafal semua yang diajarkan Nabi". Doa Abu Hurairah inipun di amini Nabi, maka sejak itulah la menjadi penghafal/perawi Hadits terbanyak. Ini karena dorongan amin Nabi yang langsung di terima Allah".

Pengajian Dzikrul Ghafilin ini semakin lengkap dan dilkuti oleh ribuan muslimin/muslimat, setelah digabung dengan sema'an Al-Qur'an Mantab" yang dirintis oleh Gus Mik, dan kini dikoordinasi oleh KH. Farid Wajdi (putra Sulung Kyai Achmad). Pengajian "Dzikrul Ghafillin dan Istima'ul Qur'an" ini tidak hanya dilakukan di Jember, bahkan hampir semua Kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah (ternasuk Kraton Yogya dan kantor�kantor pemerintah pun) sudah mengadakan kegiatan ini secara rutin.

Kedekatan KH. Achmad Shiddiq dengan Gus Mik tidak hanya pada penggabungan Dzikrul Ghofilin dengan sema' an Qur' an Mantab saja. Bahkan eratnya hubungan itu terikat rapat setelah kedua tokoh itu "besanan". Putra Kyai Achmad (Gus Hisyam Rifqi) menikah dengan putri Gus Mik (Tahta Alfina Pagelaran) sedang Ning Nida Dusturia (Putri Kyai Achmad) Dinikahkan dengan Gus Robert Syaifun Nuwas (putra Gus Mik), lebih dari itu Gus Firjaun (putera Bungsu Kyai Achmad) menikah dengan Ning Sofratul Lailiyah (Ponaan Gus Mik).

Dengan dzikrul ghafilin Kyai Achmad berikhtiar menciptakan suasana religius guna membentengi masyarakat dalam memasuki kehidupan modern, karena modernisasi menurut Kyai Achma cenderung membawa mudirrunisasi. yakni suatu proses yan mengarah kepada sesuatu yang memudharatkan, sehingga pengembangan suasana religius merupakan kondisi yang harus mendapatkan prioritas.

D. Bintang Kyai Achmad
Pada Munas Ulama NU di Situbondo pada bulan Desember 1983, KH. Achmad Shiddiq menjelaskan makalahnya tentang "Penerimaan Azas Tunggal Pancasila bagi NU". Beliau menyampaikan pokok-pokok fikiran dan berdialog tanpa kesan apolog: Beliau ungkap argumentasi secara mendasar dan rasional dari segi agama, historis maupun politik. "Pancasila dan Islam adalah hal yang dapat sejalan dan saling menunjang. Keduanya tidak bertentangan dan jangan dipertentangkan",kata Kyai Achmad.

Lebih lanjut ditegaskan: "NU menerima Pancasila berdasar pandangan syari�ah. bukan semata-mata berdasar pandangan politik. Dan NU tetap berpegang pada ajaran aqidah dan syariat Islam. Ibarat makanan, Pancasila itu sudah kita makan selama 38 tahun, kok baru sekarang kita persoalkan halal dan haramnya katanya setengah bergurau penuh diplomatic. Sungguh luar biasa, ratusan kyai yang sejak awal menampik Pancasila sebagai satu�-saatunya Azas organisasi, berangsur-angsur berobah sikap dan menyepakatinya. Sejak saat itulah, sejarah mencatat NU menjadi ormas keagamaan yang pertama menerima Pancasila sebagai satu-satunya Azas.

Nama Kyai Achmad melejit bak "Bintang Kejora", dalam Munas NU itu. Dan tak heran, dalam Muktamar NU ke 27 di Situbondo itu, Kyai Achmad Shiddiq terpilih sebagai Ro'is Aam PBNU, sedang KH. Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Tanfidziahnya, bentuk pasangan yang, ideal.

Duet Kyai Achmad dan Gus Dur temyata marnpu mengangkat pamor NU ke permukaan. Beberapa. kali NU bisa selamat ketika menghadapi setiap persoalan besar dan pelik berkat kepemim�pinan keduanya. Semisal goncangan, ketika Kyai As' ad yang kharismatik mengguncang NU dengan sikap mufaroqohnya terhadap kepemimpinan Gus Dur. Dalam Munas NU di cilacap tahun 1987, Kyai As' ad menginginkan Gus Dur dijadikan agenda Munas, dan diganti. Namur demikian, Kyai Achmad Shiddiq dan Kyai Ali Ma'shum tampil membelanya.

Kyai Achmad dalam posisi sulit dan menentukan itu mampu meyakinkan warga NU untuk tetap kukuh dengan khittah NU 1926. Pada Muktamar ke-28 di Yogyakarta pada tahun 1989 Kyai Achmad menegaskan pendiriannya tentang Khittah. "NU ibarat kereta, api, bukan taksi yang bisa, dibawa, sopirya, ke mana, saja. Rel NU sudah tetap", ujarnya bertamsil. Dengan tamsil ini pula Muktamar Yogyakarta dapat mempertahankan duet Kyai Achmad dengan Gus Dur.

Dan kepulangan Kyai Achmad dari Muktamar Yogyakarya, Kyai Achmad sakit Diabetes Melitus (kencing manis yang parsh). Kyai Achmad dirawat di RS. Dr. Sutomo, Surabaya.
"Tugasku di NU sudah selesai", kata Kyai Achmad Shiddiq pada rombongan PBNU yang membesuknya di RSU Dr. Sutomo, Ternyata isyarat itu benar. Tanggal 23 Januari 1991, Kyai Achmad Shiddiq wafat. Rois Aam PBNU yang berwajah sejuk itu menanggalkan beberapa jabatan penting:
1. Anggota DPA (Dewan Pertimbanzan Agung)
2. Anggota BPPN (Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional)

KH Achmad Shiddiq dimakamkan di kompleks makam Auliya, Tambak Mojo, Kediri. Di makam itu juga sudah dimakamkan 2 orang Auliya sebelumnya. "Aku seneng di sini Besok kalau aku mati dikubur sini saja", wasiat Kyai Achmad pada istri dan anak-anaknya. Walaupun berat hati karena jauhn dari Jember, keluarganyapun merelakannya sebagai penghormatan pada bapak yang sangat di cintainya

Ribuan muslimin dan muslimat melayat ke pemakaman Kyai Achmad Shiddiq. Jenazah terlebih dulu disemayamkan di rumah duka (kompleks Pesantren Ashtra. Talangsari) dan keesok harinya, barulah beriring-iringan mobil yang berjumlah seratus itu mengantarkannya di tempat yang jauh, tetapi menyenangkannya. Sang Bintang Kejora itu jauh dari Jember tetapi sinarnya tetap cemerlana dari pemakaman Tambak nun jauh.

Sekitar 5 tahun setelah wafatnva, tepatnya pada tanggal 9 Nopember 1995, Kyai Achmad masih mendapatkan penghargaan "Bintang Maha Putera NARARYA, dari Pemerintah dan beliau tercatat sebagai Pahlawan Nasional Mantan Tokoh NU (Sumber ; Buku Biografi Mbah Shiddiq)

Selasa, 23 Desember 2008

Fadhilah Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.

Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.
Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri. (Lebih lanjut tentang hal ini silakan klik di rubrik Syari’ah dan Iptek)

Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa’il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal.

Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Selain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ

Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan.

Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:
يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ


Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya. (A Khoirul Anam) sumber: NU Online

Selasa, 16 Desember 2008

humor

“Rohah”

1. Tidak Ikut Hilang
Suatu hari Abu Al-Ghasn kehilangan keledainya. Ia mencarinya ke seluruh penjuru, kemudian berkata,”Alhamdulillah!” Orang-orangpun merasa heran dan bertanya mengapa ia mengatakan kalimat itu, padahal ia sedang tertimpa musibah. Ia menjawab “Aku memuja Allah karena aku tidak sedang menaikinya saat itu. Jika aku menaikinya tentu aku akan ikut hilang bersamanya.

2. Penggiling Gandum
Seorang lelaki membawa gandum ke penggiling gandum untuk dijadikan tepung. Namun si penggiling itu menjolaknya dan berkata, ”Aku sedang sibuk!” Si lelakipun kecewa, ”gilinglah gandumku! Jika tidak aku akan menyumpahimu, keledaimu dan alat penggilingmu. “Apakah doamu selalu dikabulkan Tuhan?”tanya si peng giling dengan nada memastikan.
Karena nampak rasa takut di wajah si penggiling, lelaki itupun memastikan,”Ya” Pengiling gandum malah berkata,”kalau begitu berdoalah agar gandummu dapat menjadi tepung! Itu lebih baik bagimmu.”

3. Abu Al-Ghasn dan Kuli Penggul
Abu Al-Ghasn membeli tepung dan mengupah tukang panggul untuk membawanya. Ternyata kuli panggul itu lari sambil membawa tepung miliknya. Beberapa hari kemudian Abu Al-Ghasn melihatnya di pasar. Namun Abu Al-Ghasn segera bersembunyi. Ketika orang bertanya mengapa ia malah bersembunyi dari pencuri yang mengambil tepung miliknya, dia menjawab,”aku takut ia menuntut upah yang belum aku bayar”

4. Berkah si Buruk Rupa
Seorang khalifah menginginkan anaknya dididik oleh seorang penulis ternama. Para pebnasehatnya merekomendasikan sebuah nama, AL-Jahizh. Ketika Al-Jahizh datang, sang khalifah melihat betapa buruk mukanya. Dengan segera khalifah memintanya pergi dan memberikannya uang sebesar 10.000 dirham. Begitu keluar, al-Jahizh berkata,”Allah telah membalas bentuk rupaku dengan kebaikan. Aku mendapat uang dengan cara yang tidak akan diperoleh oleh orang yang tampan!”

5. Salah Hitung?
Seseorang bercerita bahwa ia mempunyai paman yang sangat lucu, ”ketika aku masih kecil dan duduk di bangku sekolah dasar, aku pernah menulis surat kepada pamanku untuk meminta uang sebesar 100 Frank. Namun ia hanya mengirimiku 10 Frank dan menyisipkan pesan dalam surat balasannya dengan nada yang bunyinya marah,”Aku melihat kamu masih saja lemah dalam matematika!Engaku menulis angka 10 dengan nol dua”

6. Malaikat Sujud Kepadanya
Pemuda dari suku Quraisy sedang melakukan lemparan, dan seorang diantara mereka adalah anak dari Abu Bakar. Saat itu Thalhah melempar sehingga mengenai sasaran. Dia lalu berkata,”Aku adalah anak dua kampung yang besar (Makkah dan Madinah)
Kemudian anak dari Ustman juga melempar dan mengenai sasaran. Lalu dia berkata,”Aku adalah anak Ustman bin Affan yang mati syahid”.
Kemudian seorang pengikut turut melempar dan mengenai sasaran. Ia lantas berkata,”Aku adalah anak dari orang yang malaikat sujud kepadanya”
Kemudian mereka bertanya,”Siapa yang kamu maksud?”
Ia menjawab, “Nabi Adam”

Kitab Kuning

Belajar Kilat Kuasai Kitab Kuning
Oleh: M. Qomarul Huda





Tanpa ada kesan grogi, Rofi Yulianto maju di depan para audiens sambil menenteng kitab Fathul Qorib, kitab kuning bertuliskan huruf gundul tanpa harakat. Dia juga membawa kamus Al Munawir, kamus besar Arab-Indonesia, didampingi Ustadz Amin Fauzan, guru sekaligus pengujinya. Kamis (10/7) pagi, dia tampil di Pendapa Kabupaten Jepara dalam sosialisasi Kitab Al Ikhtisar, Rofi disaksikan para guru sekolah, pengasuh pondok pesantren, dan tokoh masyarakat. Dengan mengawali basmallah, Rofi membaca kata demi kata serta memaknai dengan bahasa Jawa , layaknya membaca kitab di pesantren. Fathul Qorib, yang dibaca Rofi, adalah kitab yang lazim diajarkan di berbagai pondok pesantren.

Tidak Mudah
Kitab itu memuat ilmu fikih dan termasuk kitab untuk santri pemula. Namun membaca kitab itu, dengan tulisan tanpa harakat sekaligus memaknainya, bukan pekerjaan mudah. Jika anak hanya berbekal dasar bahasa Arab, lazimnya butuh waktu paling tidak dua, tiga, atau empat tahun lebih untuk bisa membaca kitab itu. Dan, biasanya itu harus dilakukan dengan cara mengaji di pondok pesantren.
Kata demi kata dibaca dan dimaknai oleh Rofi, hingga ustadznya menyatakan cukup. Tak berhenti sampai disitu, Rofi pun diuji untuk mblejeti gramatika atau tata bahasa Arab dari kalimat yang baru saja dibaca. Cukup empat kata awal yang diujikan, Alhamdu, lillahi, rabbi, dan al’alamiin. Bahasa Arab berbeda misalnya dengan bahasa Indonesia atau Inggris, setidaknya lebih pelik dari turunan kata dan strukturnya.
Namun, Rofi lihai saja menjawab puluhan pertanyaan dari gurunya. Bahkan dia menjawab dengan dasar kaidah yang tertuang dalam Alfiyah Ibnu Malik, kitab ynag dalam tradisi pesantren disebut sebagai palang pintu yang mesti dikuasai jika ingin mamahami bahasa Arab. Amin Fauzan pun menawarkan kepada audiens untuk menguji dengan menuliskan kalimat Arab agar diblejeti Rofi.
“Tidak ada yang salah dalam kupasan Rofi. Semua pertanyaan dijawab dengan benar,” puji Amin Fauzan yang juga alumnus Madrasah Mathaliul Falah Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati itu. Rofi adalah santri Amin Fauzan di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Desa Kelet, Keling, Jepara. Di pesantren itulah Al Ikhtisar, sebagai metode cepat memahami bahasa Arab diajarkan dua tahun terakhir.
Metode itu kini juga diajarkan di Pondok Pesantren Jabal Nur, Rt 6 RW 2, Desa Bandengan, Jepara yang diasuh KH Nur Kholis. Amin mengungkapkan, Al Ihktisar memuat ilmu nahwu dan sharaf sebagai ilmu utama untuk menguasai bahasa Arab. Dirancang demikian rupa guna memudahkan para pembelajar pemula. Hanya ada dua jilid, masing-masing jilid 56 dan 63 halaman. Satu lagi berisi bait kaidah setebal 46 halaman. Dengan menguasai Al Ihktisar, dalam jangka 50 jam saja anak sudah bisa membaca dan memaknai kitab kuning gundul juga Al Qur’an.
Dia sudah menguji dengan banyak santri. Rofi bukan santri yang hidup di pesantren, namun tinggal di rumahnya yang dekat pesantren. Jadi di tengah belajar, dia juga sekolah dan bermain seperti anak-anak pada umumnya. Beberapa tahun sebelumnya, di Jepara juga ada metode serupa, yaitu metode Amtsilati di pesantren yang diasuh KH Taufiqul Hakim Bangsri. Amtsilati terdiri atas 10 jilid.
Asisten II Setda Jepara Sutedjo S Sumarto yang memberikan respon di arena demo baca kitab kuning itu menyampaikan apresiasinya. “Paling tidak dengan metode cepat ini, bisa memberikan harapan bahwa belajar lebih efisien dan tidak membuat belajar ilmu bahasa Arab sebagai momok yang menakutkan”.
Bagaimana apabila metode Al Ihktisar juga diterapkan di Ponpes Al Asror?